Ngalam Rijik Dipimpin Langsung Wali Kota: Ada Kejutan di Kayutangan dan Alun-alun!

MALANG, Zona Malang – Aksi bersih-bersih massal menggemparkan Kota Malang! Dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ribuan warga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang turun tangan membersihkan kawasan Alun-Alun Merdeka hingga Kayutangan Heritage, Kamis (5/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Dasa Bhakti Ngalam Rijik” sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan terpancar dari setiap peserta yang hadir, menciptakan suasana yang penuh antusiasme dan harapan untuk Malang yang lebih bersih dan lestari. Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Kota Malang untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan turut serta dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk ditinggali.

Wali Kota Turun Tangan Langsung Pungut Sampah

Usai pelaksanaan apel di Alun-Alun Merdeka, Wahyu Hidayat tidak ragu untuk terjun langsung ke lapangan. Bersama dengan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan, Kajari Kota Malang Tri Joko, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya, Wali Kota memimpin aksi memungut sampah. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dipisahkan sesuai dengan kategorinya, menunjukkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Tidak hanya memungut sampah, mereka juga membersihkan jalanan dengan penyemprotan, memastikan setiap sudut kawasan wisata tersebut bebas dari kotoran dan debu. Aksi simbolis ini diharapkan dapat memberikan contoh nyata kepada masyarakat tentang bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dengan tindakan sederhana namun berdampak besar.

Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Prioritas Utama

Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa pemilihan kawasan Alun-Alun dan Kayutangan Heritage sebagai lokasi aksi bersih-bersih bukan tanpa alasan. Kedua tempat ini merupakan ikon wisata kebanggaan Kota Malang dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. “Ini adalah wajah kota yang jadi tujuan wisatawan,” tegasnya. Dengan menjaga kebersihan dan keindahan Alun-Alun dan Kayutangan, diharapkan dapat memberikan kesan positif bagi para pengunjung dan meningkatkan citra Kota Malang sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman. Lebih lanjut, Wahyu berharap aksi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat-tempat yang menjadi pusat perhatian publik.

Edukasi Masyarakat dan Pemilik Toko Jadi Fokus Utama

Lebih dari sekadar membersihkan, Wahyu Hidayat menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat dan pemilik toko agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ia menyoroti kondisi trotoar dan tempat sampah yang kotor sebelum dibersihkan, sebagai contoh nyata perlunya peningkatan kesadaran akan kebersihan. “Kalau sudah kumuh, orang enggan buang sampah di tempatnya,” ujarnya. Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga kebersihan, diharapkan masyarakat akan lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dan tidak membuangnya sembarangan. Selain itu, Wahyu juga mengajak pemilik toko untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat usaha mereka, sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman bagi semua.

Soroti Puntung Rokok dan Imbau Pengurangan Sampah Plastik

Wali Kota Wahyu Hidayat juga menyoroti masalah puntung rokok yang kerap berserakan di area sekitar pohon. “Kita lihat sendiri kotoran putung rokok ada di sekitar pohon itu. Nah kita ingin memberikan edukasi, dan kesadaran pada masyarakat. Walaupun merokok tidak di sekitar pohon yang ditanam di situ,” pesannya. Selain itu, ia juga mengimbau pengurangan penggunaan sampah plastik, mendorong pengusaha toko dan supermarket untuk mengganti kantong plastik dengan kertas atau bahan ramah lingkungan lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan menciptakan Kota Malang yang lebih ramah lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan mencegah pencemaran lingkungan.

Aksi Bersih-Bersih Akan Sasar Pinggiran Sungai

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman, menambahkan bahwa aksi bersih-bersih tidak akan berhenti di Alun-Alun dan Kayutangan saja. Nantinya, kegiatan serupa akan menyasar kawasan pinggiran sungai yang masih menjadi lokasi pembuangan sampah liar. “Kami akan data dan petakan lokus-lokusnya. Nanti akan kami garap dalam kerja bakti bersama,” tutupnya. Dengan membersihkan kawasan pinggiran sungai, diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir dan menjaga kualitas air sungai. Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di sekitar sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Malang dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.