MALANG, Zona Malang – Kabar membanggakan datang dari arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Atlet-atlet Hapkido Kota Malang tampil gemilang dengan menyabet enam medali emas, menjadi kontingen pertama yang menyumbangkan prestasi gemilang bagi Kota Malang. Keberhasilan ini diraih dalam cabang olahraga (cabor) Hapkido yang digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dan menjadi pembuka rangkaian pertandingan Porprov IX Jatim 2025. Semangat juang dan persiapan matang menjadi kunci utama kesuksesan para atlet Hapkido dalam mengharumkan nama Kota Malang di kancah olahraga provinsi.
Dominasi Hapkido Kota Malang di Nomor Seni
Cabor Hapkido pada Porprov IX Jatim 2025 mempertandingkan tiga nomor seni yang meliputi Hyung, Hoshinsul, dan Nakbop. Atlet-atlet Hapkido Kota Malang berhasil mendominasi seluruh nomor yang dipertandingkan dengan menyapu bersih medali emas. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas pembinaan dan pelatihan Hapkido di Kota Malang yang berjalan sangat baik. Para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap gerakan dan teknik yang ditampilkan, membuat para juri terkesan dan memberikan penilaian tertinggi. Dengan kemenangan ini, Hapkido Kota Malang membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di tingkat provinsi.
Daftar Peraih Medali Emas Hapkido Kota Malang
Medali emas pertama disumbangkan oleh Yogi Afdel Saputra yang tampil memukau di nomor tanding individual Hyung putra. Ngaisatun Solikah menyusul dengan meraih medali emas di nomor tanding individual Hyung putri. Racka Agustian Suryanto dan Ricky Agustian Suryanto menunjukkan kekompakan dan kemampuan luar biasa dalam nomor tanding Hosinsul Berpasangan Putra, berhasil meraih medali emas ketiga. Ngaisatun Solikah kembali naik podium bersama Widy Ulung Setya Mukti di nomor tanding Hosinsul Berpasangan Putri, menambah koleksi emas Kota Malang. Tidak berhenti di situ, I Gusti Ayu Putu Jessica F D dan Widy Ulung Setya Mukti meraih emas kelima di nomor tanding Hosinsul Gaya Bebas. Terakhir, Krisna Adi Saputra melengkapi dominasi Hapkido Kota Malang dengan meraih medali emas di nomor tanding Nakbop (High jump) putra.
Apresiasi dari Wali Kota Malang dan Dukungan Penuh untuk Atlet
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir langsung di Stadion Kanjuruhan untuk memberikan dukungan dan menyematkan medali kepada para pemenang. Beliau menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi gemilang yang diraih oleh atlet-atlet Hapkido Kota Malang. “Saya bangga dan berikan apresiasi atas prestasi atlet Hapkido kita. Ini adalah hasil dari latihan keras, disiplin tinggi, dan mental juara para atlet,” ujarnya dengan penuh semangat. Wahyu Hidayat juga berjanji bahwa Pemerintah Kota Malang akan terus memberikan dukungan penuh bagi seluruh atlet yang berlaga di Porprov Jatim, menjadikan raihan ini sebagai pelecut semangat bagi atlet lain untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Bonus dan Motivasi untuk Atlet
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi yang membanggakan, Wali Kota Malang memberikan bonus mentas kepada para atlet Hapkido yang meraih medali. Masing-masing atlet menerima uang pembinaan sebesar Rp10 juta yang langsung ditransfer ke rekening mereka saat itu juga. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, bonus ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah tersebut. “Jadikan raihan prestasi hari ini menjadi motivasi dan semangat yang harus terus membara di dalam diri para atlet; agar kedepannya raihan medali emas Kota Malang dapat semakin meningkat,” pesan Wahyu Hidayat.
Komentar Pelatih dan Atlet
Pelatih Hapkido Kota Malang, Fandy, mengungkapkan rasa syukur atas raihan enam medali emas yang diraih oleh anak didiknya. Ia mengatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim, termasuk para atlet yang telah berjuang dengan gigih di pertandingan. “Semoga raihan emas Hapkido ini bisa menjadi pemacu semangat cabor lain untuk meraih pundi-pundi emas sebanyak-banyaknya,” harapnya. Yogi Afdel Saputra, peraih emas pertama Kota Malang, juga mengungkapkan rasa senang dan syukurnya. “Kami yakin latihan keras dan disiplin tidak akan mengingkari hasil, kami berlatih sehari dua kali, pagi dan sore, itu selama enam hari,” ungkapnya, menggambarkan betapa kerasnya persiapan yang telah mereka lakukan untuk meraih prestasi ini.






