Abaikan Kesepakatan, Polres Kediri Bubarkan Paksa Karnaval ‘Sound Horeg’ di Wates

Banyaknya keluhan dari masyarakat sekitar Wates Kediri yang merasa terganggu oleh kebisingan Sound Horeg hingga larut malam.

KEDIRI – Aparat gabungan yang dipimpin oleh Polres Kediri terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membubarkan paksa sebuah acara karnaval yang diwarnai dentuman sound horeg di Desa Duwet, Kecamatan Wates, pada Sabtu (19/7/2025) malam.

Pembubaran ini dilakukan setelah panitia dan peserta dinilai mengabaikan kesepakatan mengenai batas waktu dan volume suara yang telah disetujui sebelumnya.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, saat dikonfirmasi pada Minggu (20/7), membenarkan langkah tegas tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan pembubaran diambil setelah petugas menemukan pelanggaran di lapangan, yang diperkuat oleh banyaknya keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu oleh kebisingan hingga larut malam.

“Pengaturan sound system dan waktu kegiatan sebenarnya sudah disepakati dalam rapat pengamanan sebelumnya. Namun, masih ditemukan 11 sound system yang volumenya melebihi batas toleransi,” ungkap AKBP Bramastyo seperti dikutip Bangsaonline.

Atas temuan tersebut, petugas gabungan dari Polres Kediri, Polsek Wates, TNI, dan Satpol PP yang mendatangi lokasi langsung meminta ke-11 sound system tersebut untuk dilepaskan dari rombongan karnaval.

Proses pembubaran total acara kemudian dilakukan secara bertahap mulai pukul 20.15 WIB dan selesai sepenuhnya sekitar pukul 22.40 WIB.

Tak hanya dibubarkan, pihak panitia penyelenggara juga mendapatkan peringatan keras. Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, menambahkan bahwa panitia telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) yang menjadi landasan izin acara.

“Ini kan sudah ada SKB, tapi tetap saja, bahkan semakin malam semakin kencang suaranya dan sangat mengganggu warga, akhirnya kami tertibkan,” tandasnya.

Kapolres Bramastyo menegaskan bahwa insiden ini sekaligus menjadi sosialisasi dan peringatan keras kepada masyarakat luas.

“Kegiatan yang melibatkan sound system kini diatur secara ketat demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Kami tidak akan segan untuk membubarkan siapa saja yang melanggar,” pungkasnya.