Kisah Heroik di Tengah Tragedi KM Barcelona V: Abdul Rahman Nekat Terjun ke Laut Demi Selamatkan Nyawa Seorang Anak

Seorang pria bernama Abdul Rahman Agu, tanpa ragu mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk selamatkan nyawa anak kecil di kecelekaan KM Barcelona V.

MINAHASA UTARA – Di tengah kepulan asap hitam dan kobaran api yang melalap kapal KM Barcelona V di perairan Talise, Minahasa Utara, pada Minggu (20/7/2025), sebuah tindakan kepahlawanan luar biasa menjadi secercah harapan. Seorang pria bernama Abdul Rahman Agu, tanpa ragu mempertaruhkan nyawanya sendiri, nekat menerjang lautan demi menyelamatkan seorang anak kecil dari tragedi maut tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian melukiskan betapa mencekamnya situasi saat itu. Namun, di tengah kepanikan penumpang lain yang berusaha menyelamatkan diri, Abdul Rahman justru menunjukkan keberanian tanpa tanding.

Tanpa dibekali alat keselamatan yang memadai, ia terjun ke laut, berenang melawan arus dan menembus kepungan asap tebal untuk menggapai sang anak.

“Dia tidak ragu, langsung terjun ke laut demi menyelamatkan anak itu. Kami semua yang melihatnya begitu terharu dan takjub,” ujar salah seorang penumpang selamat yang turut dievakuasi, menceritakan kembali momen heroik tersebut.

Aksi berani Abdul Rahman dengan cepat menyebar dan menuai pujian luas dari masyarakat Sulawesi Utara. Media sosial dibanjiri ungkapan kekaguman, dengan warganet menjulukinya sebagai “pahlawan sejati” dan “simbol kemanusiaan” di tengah duka.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa nurani dan keberanian masih hidup di saat-saat paling genting.

Apresiasi juga datang dari para tokoh masyarakat. Jonathan Mogonta, seorang aktivis kemanusiaan di Sulut, menyerukan agar tindakan Abdul Rahman diberikan penghargaan resmi. “Kita patut memberikan penghargaan kepada Abdul Rahman.

Di saat nyawanya sendiri terancam, ia memilih menolong orang lain. Ini adalah bukti nyata kepahlawanan yang masih ada di antara kita,” ujarnya.

Sementara kisah kepahlawanan ini memberikan inspirasi, tragedi KM Barcelona V sendiri masih menyisakan duka mendalam.

Tim SAR gabungan dari Basarnas dan instansi terkait hingga kini masih terus melakukan proses evakuasi, pencarian korban, dan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan vitalnya standar keselamatan dalam industri transportasi laut di Indonesia.