Istri Tewas dengan Luka Tusuk, Suami Gantung Diri di Balik Dapur di Tegalrejo Lawang Kabupaten Malang

Tetangga mengaku pasangan ini memang jarang bergaul. “Mereka diam-diam, tapi sering terdengar suara tinggi malam hari,” tutur Surti, tetangga sebelah.

Lawang, Zona Malang — Gerimis tipis masih turun di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Rabu pagi, saat warga terhenyak dengan pemandangan darah mengalir di lantai rumah nomor 15.

Iin Handayani (39), ibu rumah tangga yang biasa berjualan kudapan di sekolah-sekolah, ditemukan tewas dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuh, sementara suaminya, Arik Wicaksono (41), bergelantung di kamar belakang yang diduga gantung diri.

Kasus yang membuat warga Tegalrejo bergidik ini langsung ditangani Satreskrim Polres Malang. Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan dugaan awal mengarah pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung tragedi ganda.

Pertengkaran Semalam, Pagi Ini Rumah Jadi TKP

Menurut keterangan saksi, pertengkaran dipicu oleh permintaan Arik meminjam sepeda motor yang ditolak Iin. Riuh malam itu reda, namun ketegangan masih terasa.

Pukul 05.30, Iin berpamitan kepada mertuanya, Kasum (65), untuk berjualan. Ia kembali ke rumah—katanya mengambil tas namun tak pernah keluar lagi.

Sekitar lima menit kemudian, Kasum terdengar rintihan lemah dari kamar anak. Saat diperiksa, Iin tergeletak berselimut merah pekat. Di kamar belakang, Arik sudah tak bernyawa tali seutas kawat melilit lehernya.

“Korban masih sempat dibawa ke RSUD Lawang, tapi nyawanya tak tertolong,” ujar Bambang.

Belati, Darah, dan Tiga Ponsel Jadi Barang Bukti

Tim Identifikasi Polres Malang menutup akses rumah selama empat jam. Dua bilah belati, seprei berlumuran darah, serta tiga unit ponsel dua milik korban dan satu saksi diamankan sebagai barang bukti.

“Kami masih dalami motif pastinya. Namun dugaan kuat ini KDRT,” kata Bambang, menambahkan visum akan memastikan luka tusuk dan tanda-tanda perlawanan.

Warga: “Diam, Tapi Sering Bertengkar”

Tetangga mengaku pasangan ini memang jarang bergaul. “Mereka diam-diam, tapi sering terdengar suara tinggi malam hari,” tutur Surti, tetangga sebelah.

Kasum yang tinggal satu atap terlihat syok dan menolak berkomentar. “Saya cuma ingin mengetuk pintu kamar anak saya, tapi darah sudah membasahi lantai,” ucapnya dengan mata berkaca.

Polisi menjamin privasi korban dan keluarga selama proses hukum berlangsung. “KDRT bukan urusan rumah tangga lagi. Ini pembunuhan, dan kami akan proses tuntas,” tegas Bambang.

Hingga berita ini tayang, jenazah Iin dan Arik diamankan di RSUD Lawang untuk autopsi. Warga Tegalrejo berkumpul di depan rumah duka, bergumam pelan: “Kadang, diam itu bukan damai, tapi petanda badai.”