Zona Malang – Insiden kecelakaan maut terjadi di jalur wisata Bromo, tepatnya di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo, pada Minggu (14/9) siang. Dimana sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan dari Rumah Sakit Bina Sehat Jember diduga mengalami rem blong, menewaskan delapan orang di lokasi kejadian.
Bus bernomor polisi P 7221 UG yang membawa 55 penumpang tersebut melaju tak terkendali di jalan menurun sebelum akhirnya menghantam pagar rumah warga dan terperosok ke dalam parit. Puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Gendira, mengonfirmasi bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah kegagalan fungsi sistem pengereman. “Diduga ada masalah di sistem pengereman sehingga sopir tak bisa mengendalikan laju bus. Kami masih lakukan pendalaman,” kata Safiq, Minggu (14/9).
Proses evakuasi para korban berlangsung dramatis, melibatkan tim gabungan dari kepolisian, petugas medis, dan relawan. Para korban luka segera dilarikan ke RSUD dr. Moh. Saleh Probolinggo, RSUD Tongas, dan Puskesmas Sukapura. Sementara itu, tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jatim diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam.
Pihak kepolisian memastikan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dari bangkai bus, yang sebagian badannya masuk ke parit dan harus diangkat menggunakan mobil derek. Proses pendataan identitas korban meninggal dan luka-luka masih terus dilakukan oleh petugas.
Insiden ini kembali menyoroti kerawanan jalur menuju kawasan wisata Bromo yang memiliki kontur jalan dengan turunan curam dan tikungan tajam.
AKP Safiq mengimbau keras kepada seluruh pengemudi dan pengelola armada bus pariwisata untuk memprioritaskan keselamatan. “Kami minta sopir dan pengelola armada memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak jalan sebelum berangkat,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas, terutama yang akan merencanakan perjalanan wisata secara rombongan menggunakan bus.
Sebagai calon penumpang, jangan ragu untuk menanyakan kondisi kelayakan kendaraan, seperti kapan terakhir kali uji KIR dilakukan, dan memastikan pengemudi dalam kondisi bugar.
Keselamatan adalah hak utama penumpang, dan kewaspadaan sebelum memulai perjalanan dapat membantu mencegah terulangnya kejadian serupa.







