Ribuan Tamu dari 7 Negara Hadiri Perayaan 200 Tahun Kelenteng Eng An Kiong Malang

Kota Malang hari ini, Sabtu (27/9), menjadi pusat perayaan budaya berskala internasional dengan digelarnya peringatan dua abad Kelenteng Eng An Kiong. Ribuan orang dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia berkumpul untuk memeriahkan momentum bersejarah ini, yang juga menjadi bagian dari penyelenggaraan World Tua Pek Kong Festival ke-14.

Puncak perayaan ditandai dengan kirab budaya akbar yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di jantung Kota Malang. Pihak panitia memperkirakan acara ini dihadiri oleh 1.300 hingga 1.500 tamu internasional.

Menurut perwakilan panitia, Kevin Christian Chandra, para tamu mancanegara tersebut datang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei Darussalam, Makau, Hongkong, hingga Tiongkok. Sementara itu, tamu dari dalam negeri diperkirakan mencapai 2.500 orang. “Tua Pek Kong adalah dewa utama yang menjadi simbol perlindungan, kesuburan, dan keberkahan bagi masyarakat,” kata Kevin menjelaskan makna perayaan tersebut.

Kirab budaya yang spektakuler diberangkatkan dari Kelenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, kemudian menyusuri rute yang melewati Alun-Alun Tugu dan Pasar Besar, sebelum akhirnya kembali ke kelenteng. Masyarakat di sepanjang rute disuguhi berbagai atraksi seni yang memukau, mulai dari barongsai, Reog Malang, Topeng Malangan, hingga peragaan 12 busana adat Nusantara.

Acara ini menegaskan posisi Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang patut diperhitungkan. “Tema kirab tahun ini menunjukkan bahwa Kota Malang layak menjadi destinasi wisata budaya,” pungkas Kevin.

Bagi Anda warga Kota Malang, perayaan akbar ini menjadi sebuah hal penting yang membawa kebanggaan sekaligus dampak langsung bagi kota. Kehadiran ribuan wisatawan domestik dan mancanegara secara signifikan akan menggerakkan roda perekonomian lokal, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga UMKM kuliner dan oleh-oleh. Di sisi lain, perlu diantisipasi adanya potensi kepadatan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar rute kirab. Ini adalah kesempatan bagi warga untuk menunjukkan keramahan khas Malang dan turut menjadi bagian dari momen bersejarah yang mengangkat nama kota di panggung dunia.