Zona Malang-Sebanyak 52 siswa di SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9). Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah.
Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah program MBG mulai diterapkan di sekolah tersebut. Puluhan siswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan salah seorang Wali Kelas, Yuni, para siswa mulai mengeluhkan gejala sakit tidak lama setelah mereka menyantap hidangan dari program MBG. “Awalnya beberapa anak mengeluh pusing dan mual, lalu jumlahnya semakin banyak. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk menangani mereka,” ujar Yuni.
Dari total 52 siswa yang terdampak, 2 orang dirujuk ke RSUD Kota Banjar untuk penanganan lebih intensif. Sebanyak 13 siswa lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Pamarican, dan 2 siswa dibawa ke Puskesmas Banjarsari. Sisanya ditangani langsung di lingkungan sekolah oleh tenaga medis yang datang ke lokasi.
Saat ini, penyebab pasti dari keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak sekolah bersama petugas kesehatan telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. “Kami berharap anak-anak segera pulih dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambah Yuni.
Peristiwa ini menjadi sebuah peringatan penting yang menyoroti tantangan besar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, terutama dalam hal pengawasan kualitas dan keamanan pangan. Bagi Anda para orang tua, insiden ini menggarisbawahi betapa krusialnya standar higienitas dan kontrol mutu dalam setiap program penyediaan makanan massal untuk anak-anak. Kasus ini diharapkan dapat mendorong pemerintah dan penyelenggara program untuk menerapkan protokol keamanan pangan yang lebih ketat demi menjamin kesehatan dan keselamatan para siswa.






