Update Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo! 1 Santri Meninggal Dunia, Total 100 Lebih Korban

Satu orang santri dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya menjadi korban setelah bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin…

Zona Malang – Satu orang santri dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya menjadi korban setelah bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9). Tim SAR gabungan bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Dari total 100 lebih santri yang menjadi korban, 99 orang berhasil selamat. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi delapan orang yang terperangkap, sementara 91 lainnya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri sesaat setelah kejadian.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, pada Selasa (30/9) pagi menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. “Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi delapan orang korban dalam kondisi selamat dari reruntuhan,” ujarnya.

Tujuh korban berhasil dievakuasi pada Senin malam, sementara korban kedelapan yang terperangkap paling dalam baru dapat diselamatkan pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.58 WIB. “Kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material di lokasi menjadi kendala utama,” tambah Nanang.

Kedelapan korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar untuk mendapatkan perawatan intensif. Operasi penyelamatan ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, dan puluhan organisasi relawan lainnya.

Tragedi ini menjadi sebuah pengingat penting akan vitalnya standar keselamatan bangunan, terutama untuk gedung-gedung yang digunakan oleh banyak orang seperti sekolah dan tempat ibadah. Di sisi lain, peristiwa ini juga menyoroti kerja keras dan dedikasi luar biasa dari tim SAR gabungan.

Bagi Anda sebagai masyarakat, ini adalah momen untuk mengapresiasi para petugas dan relawan yang bekerja tanpa lelah dalam kondisi berbahaya demi menyelamatkan nyawa. Memberikan dukungan dan prioritas akses bagi para petugas di lokasi bencana adalah bentuk partisipasi terbaik yang bisa kita berikan.