SITUBONDO, Zona Malang — Atap asrama putri Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, roboh saat hujan deras disertai angin kencang, Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa terjadi di kamar lantai dua ketika para santriwati sedang tertidur.
Reruntuhan atap menimpa penghuni kamar.
Satu santriwati meninggal dunia.
Empat belas lainnya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Dua di antaranya dirawat intensif.
Kepala Polres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyebut total penghuni kamar saat kejadian berjumlah 19 orang.
“Atap ambruk, mengenai plafon dan seterusnya hingga akhirnya menimpa santriwati yang saat itu seluruhnya sedang tidur,” ujar Rezi saat dihubungi dari Malang.
Polisi bersama BPBD, Kemenag, dan pengurus pesantren langsung meninjau lokasi.
Tim melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah pihak.
Hingga siang hari, penyelidikan masih berjalan.
Belum ada kesimpulan penyebab.
“Untuk dugaan awal penyebab masih kami dalami. Kondisi saat kejadian hujan angin,” kata Rezi.
Menurut data kepolisian, total santriwati di ponpes itu mencapai sekitar 150 orang.
Insiden terjadi khusus di asrama putri.
Area kamar yang terdampak telah disterilkan.
Petugas memasang garis polisi untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan pemerintah daerah menanggung seluruh biaya perawatan korban luka.
Pemerintah juga menyalurkan santunan bagi keluarga korban meninggal dan mengurus pemakaman.
“Kami juga menyiapkan anggaran biaya tak terduga untuk perbaikan atap yang ambruk,” ujar Mas Rio.
Pemkab berkoordinasi dengan aparat dan pengelola ponpes untuk asesmen cepat kondisi bangunan.
Fokus awal ialah pengamanan area dan pemulihan layanan bagi santri.
Polda Jatim menyampaikan, penanganan di Situbondo kini berada di bawah Polres Situbondo.
Proses teknis olah TKP dilakukan bertahap mengingat cuaca dan kondisi struktur pasca-runtuh.
Sementara itu, penyidikan kasus ambruknya bangunan di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, yang terjadi 29 September 2025, masih berjalan di Polda Jatim.
Belum ada penetapan tersangka.
Kepolisian menekankan kehati-hatian dalam pengumpulan alat bukti teknis bangunan.
Di Situbondo, kepolisian membuka kanal pelaporan bagi saksi atau pihak yang memiliki rekaman atau informasi pendukung.
Tujuannya mempercepat penentuan penyebab runtuhnya atap dan langkah pencegahan di bangunan serupa.
Tim gabungan juga akan mengecek kelayakan struktur ruang lain di kompleks asrama.
Pengelola pesantren diminta menyiapkan tempat tinggal sementara bagi santri yang terdampak.
Pemkab menyebut perbaikan darurat akan diprioritaskan pada pengamanan rangka atap, pemulihan instalasi listrik, dan renovasi kamar yang rusak.
Target awalnya memastikan kegiatan belajar dan ibadah santri tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal.
Nama korban meninggal dan identitas korban luka tidak dipublikasikan atas pertimbangan privasi.
Keluarga telah diberi pendampingan.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat menahan diri dari spekulasi penyebab insiden.
Informasi resmi akan diumumkan setelah proses penyelidikan teknis selesai.






