Kecelakaan di Pujon Malang, Hilang Kendali Sedan Forsa ‘Terjun Bebas’ ke Jurang Sedalam 4 Meter

Diduga pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraannya, sehingga mobil oleng ke sisi kiri jalan dan akhirnya terjun bebas

Zona Malang – Jalur ekstrem penghubung Batu-Kediri kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil sedan terjadi di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, pada Jumat (28/11/2025) pagi.

Mobil jenis Suzuki Forsa Esteem yang melaju di jalur berkelok tersebut mendadak hilang kendali hingga terperosok ke dalam jurang. Insiden menegangkan ini tepatnya terjadi di Jalan Raya Abdul Manan Wijaya, Desa Bendosari, Pujon, sekitar kilometer 28–29.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, IPDA Agus Atang Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk evakuasi.

“Betul, telah terjadi laka lantas tunggal (OC) di mana satu kendaraan terjun ke jurang. Posisi jatuhnya mobil berada di kedalaman kurang lebih 4 meter dari bibir jalan,” ungkap Agus Atang seperti yang di kutip Zona Malang.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedan bernopol S-1203-YH tersebut dikemudikan oleh Eko Prasetiyo (31). Pengemudi diketahui merupakan warga asal Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Kronologi bermula saat sedan tua tersebut melaju dari arah barat menuju timur (arah Kediri ke Batu) dengan kecepatan sedang. Kondisi jalan di lokasi kejadian memang dikenal memiliki kontur menurun dan banyak tikungan tajam.

Petaka terjadi saat mobil memasuki jalan menikung ke kiri. Diduga pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraannya, sehingga mobil oleng ke sisi kiri jalan dan akhirnya terjun bebas ke lahan kosong di bawah jalan raya.

“Dugaannya out of control. Pengemudi tidak bisa mengendalikan setir saat di tikungan, sehingga mobil terperosok jatuh,” jelas perwira balok satu tersebut.

Akibat kejadian ini, kondisi mobil mengalami kerusakan parah atau ringsek pada beberapa bagian bodi. Kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini. Sang sopir, Eko Prasetiyo, mengalami cidera pada tangan kiri. Sementara dua penumpang lainnya, Erma Virginarti dan Vinanda Rulia, hanya mengalami luka ringan berupa lecet-lecet.

Polisi memastikan tidak ada faktor keterlibatan kendaraan lain dalam kecelakaan ini. Faktor jalan rusak maupun cuaca juga dikesampingkan, sehingga murni disebabkan oleh faktor pengemudi (human error).

“Seluruh korban langsung dievakuasi dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Ngantang, Kabupaten Malang,” pungkas Atang.

Jalur Pujon hingga Kasembon memang menyajikan pemandangan indah, namun di balik itu tersimpan risiko tinggi bagi pengendara yang lengah. Tikungan tajam dan kontur jalan yang naik-turun menuntut konsentrasi prima, terutama bagi pengemudi luar kota yang belum hafal medan. Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa di jalur “tengkorak” seperti Payung-Pujon, kewaspadaan adalah harga mati yang tak bisa ditawar.

Selain faktor pengemudi, kondisi kendaraan—khususnya mobil tahun tua—wajib menjadi perhatian ekstra sebelum melintasi jalur pegunungan. Sistem pengereman dan kaki-kaki mobil harus dalam kondisi prima. Kami menyarankan pengendara untuk tidak memaksakan diri memacu kendaraan di tikungan tajam, karena selisih waktu beberapa menit tak sebanding dengan nyawa yang menjadi taruhannya.