Malang, Zona Malang – Kemacetan panjang melanda Jalan Raya Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Rabu siang (17/12/2025). Penyebabnya adalah sebuah bus PO Bagong jurusan Surabaya-Malang yang tiba-tiba menepi dan berhenti di tepi jalan. Setelah diperiksa, sopir bus ditemukan telah meninggal dunia di kursi kemudi, diduga akibat serangan jantung mendadak.
Korban adalah Beni Nopriansyah (43), warga Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ia mengemudikan bus berwarna putih bernomor polisi N 7347 UH, dengan mesin Hino RK8 dan bodi Legacy karoseri Laksana.
Bus tersebut ditemani kondektur Agus Yanto (42), warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang akrab disapa Badak. Dari perspektif keselamatan transportasi, kejadian ini menyoroti risiko kesehatan bagi awak angkutan umum yang sering menempuh perjalanan jarak jauh.
Kronologi bermula sekitar pukul 12.00 WIB, saat bus hendak kembali ke pool PO Bagong di Jalan Komodor Abdulrachman Saleh, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. Menurut keterangan Agus, Beni sudah merasa tidak enak badan sejak berangkat dari Surabaya.
“Saya sempat mengerok punggungnya sebelum berangkat ke Malang,” ujar Agus di lokasi kejadian. Armada tersebut merupakan kelas AC tarif biasa, dengan keberangkatan pertama dari Malang pada pukul 04.44 WIB, dan sempat istirahat di Terminal Purabaya Bungurasih.
Sepanjang perjalanan pulang, kondisi Beni semakin memburuk. Mendekati perempatan Saptorenggo-Bamban, laju bus menjadi oleng dan tidak stabil. “Tiba-tiba bus menepi, lalu dia ambruk,” cerita Agus dengan nada pilu.
Beni langsung tidak sadar, dengan posisi menunduk dan mata tertutup di balik setir. Panik, Agus segera menghubungi rekan di pool, relawan ambulans, serta polisi. Setelah sekitar 30 menit dilakukan pemeriksaan, Beni dipastikan meninggal dunia, dengan dugaan kuat serangan jantung.
Akibat bus berhenti mendadak, seorang pengendara motor Honda Beat bernopol N 6711 YBM kaget dan menabrak bagian belakang bus. Namun, saat wartawan tiba di lokasi, motor hitam itu sudah tidak ada.
Saksi mata menyebut pengendara tidak mengalami luka serius. “Kasus ini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Malang,” kata Kapolsek Pakis AKP Suyanto saat dikonfirmasi.
Dari sudut pandang kesehatan kerja, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin bagi sopir angkutan umum. PO Bagong dikenal sebagai operator andal di rute Malang-Surabaya, namun kejadian nahas ini menunjukkan betapa rentannya profesi yang menuntut kewaspadaan tinggi. M
Pihak kepolisian masih mendalami kasus, sementara keluarga dan rekan korban berduka atas kepergian Beni yang tiba-tiba. Semoga menjadi pelajaran bagi semua untuk lebih peduli terhadap tanda-tanda kesehatan di jalan raya.







