Zona Malang – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Pujon sejak Rabu sore hingga malam, 21 Januari 2026, menimbulkan kejadian luar biasa berupa banjir sampah di jalur utama Malang–Kediri–Jombang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga.
Air bah dari sungai dan selokan meluap ke badan jalan, menyeret berbagai jenis sampah rumah tangga hingga potongan bambu. Dalam hitungan menit, ruas jalan antarwilayah berubah menjadi hamparan banjir sampah yang memprihatinkan. Kondisi ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang turun tangan bersama warga dan instansi terkait untuk melakukan pembersihan sejak malam kejadian.
Kepala Bidang BPBD Kabupaten Malang yang meninjau Desa Pujon Lor pada Kamis pagi menjelaskan bahwa warga bergerak cepat melakukan pembersihan secara swadaya. “Warga Pujon Lor dan Ngroto sejak tadi malam sampai pagi ini melakukan pembersihan awal. Kami dari Pos 8 Ngantang juga turun ke lokasi. Tercatat ada empat titik longsor, ditambah banjir di Bendosari, Mantung, dan Sukomulyo. Sebagian besar sudah berhasil kami tangani,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan awal, banjir sampah diduga dipicu oleh penyumbatan aliran air akibat dongkelan rumpun bambu yang bercampur dengan tumpukan sampah. Sumbatan tersebut membuat aliran air meluap dan membawa material hingga menutup hampir seluruh badan jalan. Penanganan darurat dilakukan dengan bantuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggunakan dump truck untuk mengangkut sampah.
BPBD juga menerima laporan adanya penyumbatan di beberapa anak sungai, termasuk kawasan Kalibaru dan anak Sungai Konto. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan tim dari Surabaya dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan kajian lebih lanjut. “Hari ini fokus kami memastikan titik sumbatan dan dampak kerusakan di sepanjang sungai. Ada beberapa rumah warga yang terdampak, seperti dapur rumah di pinggir sungai, namun kerusakannya tidak terlalu berat,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan aliran sungai agar kejadian serupa tidak terulang. Banjir sampah di Pujon menjadi peringatan penting bahwa pengelolaan sampah dan kelestarian sungai harus menjadi perhatian bersama demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.






