BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Malang Raya, BPBD Catat Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

BMKG sebut angin kencang di Malang Raya dipicu monsun Asia, MJO, dan siklon tropis. BPBD catat pohon tumbang di Kota Malang dan Bululawang, masyarakat diminta…

Zona Malang – Fenomena angin kencang yang melanda wilayah Malang Raya sejak Sabtu dini hari mendapat perhatian serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur. BMKG menyebutkan, kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, mulai dari aktifnya angin monsun Asia, pola konvergensi, hingga gangguan gelombang atmosfer.

Forecaster BMKG Jawa Timur, Nur Faris, menjelaskan bahwa angin monsun Asia yang tengah aktif berinteraksi dengan pola pertemuan angin dan gangguan atmosfer equatorial rossby. Selain itu, BMKG juga memprakirakan adanya pengaruh gelombang madden julian oscillation (MJO) yang melintas di Jawa Timur.

“Kondisi ini semakin diperkuat oleh suhu muka laut di perairan Selat Madura yang cukup signifikan serta atmosfer yang labil, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif berpotensi hujan deras disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.

Situasi cuaca ekstrem di Jawa Timur juga diperparah dengan keberadaan tropical cyclone Luana, yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah Nusa Tenggara Timur. Siklon tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin di sejumlah daerah, termasuk Malang Raya.

BMKG Juanda Sidoarjo dalam rilisnya bahkan mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, puting beliung, tanah longsor, hingga hujan es pada periode 21–30 Januari 2025.

Tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, disebut memiliki potensi terdampak paling besar. Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menunjukkan angin kencang sejak pukul 01.00 WIB telah menyebabkan pohon tumbang di empat titik, yaitu Jalan Veteran, Jalan Jakarta, Jalan Langsep, dan Janti. “Paling parah di Jalan Jakarta,” ungkap Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno.

Di Kabupaten Malang, angin kencang juga menimbulkan insiden di Kecamatan Bululawang. Sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Desa Kuwolo menimpa mobil yang sedang melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski arus lalu lintas menuju Wajak sempat terganggu.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil dan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi menjadi penting, terutama di wilayah Malang Raya yang kini masuk dalam daftar daerah rawan terdampak.