Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, Kereta Api Lintas Malang-Wlingi Dihentikan Sementara oleh KAI Daop 8 Surabaya

Gempa Malang hari ini berpusat di darat sekitar 25 km timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kekuatan magnitudo 5,5 dan kedalaman 105 km.

Zona Malang – Wilayah Malang dan sekitarnya kembali diguncang getaran gempa bumi pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 08.22 WIB. Gempa tektonik ini berpusat di darat sekitar 25 km timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kekuatan magnitudo 5,5 dan kedalaman 105 km, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Getaran terasa cukup nyata di Malang, Blitar, Ponorogo, hingga Surabaya, dengan intensitas III MMI yang membuat banyak warga merasakan guncangan seperti truk lewat.

Sebagai respons cepat terhadap potensi risiko, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya langsung mengambil langkah pengamanan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api di lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG). Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa prosedur ini diterapkan untuk memeriksa kondisi rel, jembatan, dan seluruh prasarana perkeretaapian pasca-gempa.

“Hanya beberapa menit setelah gempa dirasakan, pada pukul 08.23 WIB, kami berkoordinasi dengan tim terkait dan menerapkan Berhenti Luar Biasa (BLB) bagi semua kereta di wilayah terdampak,” kata Mahendro. Pemeriksaan lapangan oleh petugas langsung dilakukan secara intensif guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan keselamatan.

Hasil inspeksi menunjukkan kondisi prasarana aman dan layak dilalui kembali pada pukul 09.01 WIB, sehingga operasional kereta api segera dinormalisasi. Mahendro menegaskan bahwa prioritas utama KAI adalah keselamatan penumpang, sehingga setiap potensi ancaman harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum perjalanan dilanjutkan.

KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat penghentian sementara tersebut. Mereka berkomitmen terus memantau situasi dan menyediakan update terkini melalui kanal resmi.

Gempa magnitudo 5,5 ini merupakan jenis gempa menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng, dengan mekanisme thrust fault (pergerakan naik), dan tidak berpotensi tsunami. Getaran dirasakan luas hingga Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, dengan intensitas tertinggi III–IV MMI di Pacitan, Karangkates, serta Tulungagung, sementara Malang berada pada skala III MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa dari kejadian ini.

Warga Malang dan sekitarnya disarankan tetap waspada terhadap gempa susulan, siapkan tas darurat berisi air, makanan, obat-obatan, serta dokumen penting, dan ikuti panduan evakuasi jika getaran kuat terasa lagi.

Bagi pengguna kereta api, pantau informasi resmi dari KAI melalui aplikasi KAI Access atau situs web untuk menghindari keterlambatan, serta prioritaskan keselamatan dengan tidak memaksakan perjalanan saat ada peringatan alam.

BMKG merekomendasikan masyarakat mengandalkan sumber informasi resmi untuk menghindari hoaks, serta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan gempa seperti Jawa Timur.