Tiga Pelaku Pembobolan SMPN 1 Pakisaji Malang Ditangkap

Polres Malang berhasil menangkap tiga pelaku pembobolan SMPN 1 Pakisaji yang viral di medsos. Aksi terekam CCTV, motif ekonomi jadi pemicu pencurian.

Zona Malang – Polres Malang berhasil mengungkap kasus pembobolan SMPN 1 Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial. Tiga pelaku berinisial RH (27), AFN (27), dan RP (23) ditangkap pada Kamis 9 April 2026 di lokasi berbeda setelah buron dua hari pasca kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak sekolah yang kehilangan sejumlah barang setelah ruang Tata Usaha dibobol. Petugas kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengamankan para tersangka di tempat persembunyian mereka.

Aksi pencurian terjadi pada Senin 6 April 2026 malam. Para pelaku masuk ke area sekolah dengan cara melompati pagar belakang, kemudian mencongkel jendela ruang guru dan Tata Usaha untuk mengambil barang-barang berharga di dalamnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui mengambil sejumlah ponsel dan uang tunai yang berada di ruang Tata Usaha. Mereka juga sempat membuka brankas sekolah, namun tidak menemukan isi di dalamnya. Aksi para pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial.

AKP Bambang menyebutkan rekaman CCTV menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan hingga identitas pelaku berhasil diketahui. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya alat yang digunakan untuk membobol, sepeda motor, serta rekaman CCTV sebagai alat bukti.

Motif para pelaku melakukan pencurian tersebut adalah faktor ekonomi. Mereka nekat menyasar lingkungan sekolah pada malam hari karena terdesak kebutuhan finansial.

Ketiga tersangka RH yang merupakan warga Desa Genengan, AFN dari Desa Kendalpayak, dan RP dari Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, kini telah diamankan di Polsek Pakisaji untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan akan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini.

AKP Bambang menegaskan pihaknya masih mengembangkan kasus untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat, serta menyelidiki kemungkinan para tersangka melakukan pencurian di tempat lain. Pihak sekolah diimbau untuk meningkatkan sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.