Zonamalang.com – Tragedi memilukan menimpa keluarga Mat Suhadi alias Pak Min, seorang satpam perumahan di kawasan Cemorokandang, Kota Malang. Pria paruh baya ini menghembuskan napas terakhir setelah terlibat bentrokan dengan gerombolan pencuri pada Sabtu malam (9/5/2026).
“Ayah saya sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya,” ungkap Harianto, putra kedua almarhum, saat ditemui awak media.
Sosok Pekerja Keras yang Memegang Amanah
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak bicara namun memiliki etos kerja tinggi. Selain bertugas menjaga keamanan kompleks perumahan, setiap harinya ia juga mencari nafkah sebagai buruh bangunan.
Malam naas itu, informasi tentang aktivitas mencurigakan di area belakang perumahan sampai ke telinga korban. Tanpa pikir panjang, ia langsung meluncur menggunakan sepeda motor dengan berbekal sebuah senter sebagai satu-satunya perlengkapan.
“Ayah khawatir perumahan bagian belakang dibobol maling. Ternyata dugaannya benar,” tutur Harianto seperti dikutip Zonamalang.com dari TribunJatim.com, Senin (11/5/2026).
Pengejaran Berakhir Tragis
Setelah memastikan adanya pembobolan, korban langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Harianto yang mengetahui situasi tersebut turut membantu, namun keduanya memilih jalur berbeda dalam aksi pengejaran.
Berdasarkan keterangan saksi mata, pertemuan fatal terjadi di kolong jembatan tol Cemorokandang. Saat itu, pelaku tengah merapikan tali pengikat barang hasil curian.
Tanpa rasa gentar, almarhum langsung menyerang pelaku menggunakan senter yang dibawanya dalam upaya menggagalkan aksi pencurian. Namun, pelaku justru melakukan perlawanan dengan senjata tajam yang dibawanya.
“Ayah hanya membawa senter, tidak ada senjata lain. Sementara pelaku membawa pisau,” jelas Harianto.
Perlawanan Hingga Titik Darah Penghabisan
Meski mengalami luka tusukan di bagian perut sebelah kanan, korban masih sempat melakukan perlawanan. Setelah kondisinya melemah, ia berhasil mencapai rumah saudaranya yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta pertolongan.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis. Dokter yang menangani sempat memberikan harapan meski peluangnya tipis.
“Dokter mengatakan kemungkinannya kecil, namun tetap akan diupayakan maksimal,” kenang Harianto.
Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu (10/5/2026), Mat Suhadi menghembuskan napas terakhirnya.
Kenangan dan Harapan Keluarga
Kepergian kepala keluarga ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagi Harianto, ayahnya wafat dalam keadaan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penjaga keamanan perumahan.
“Ayah telah menjalankan amanah pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga perumahan tersebut,” ujarnya.
Keluarga kini menuntut keadilan dengan berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memproses hukum sesuai perbuatannya.
“Kami berharap pelaku cepat tertangkap. Kabarnya di lokasi ada rekaman CCTV yang bisa membantu identifikasi,” tambah Harianto.
Kini, keluarga hanya dapat mengenang sosok almarhum melalui sepeda motor yang masih menyimpan jejak perjuangannya.
“Ayah memang pendiam dan tidak mahir menggunakan ponsel. Jadi tidak ada foto yang tersimpan. Yang tersisa hanya sepeda motor ini yang masih ada noda darahnya,” pungkas Harianto dengan suara bergetar.(***)






