Ini Fakta Letusan Gunung Marapi di Sumatra Barat, 11 Pendaki Tewas dan Belasan Hilang

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang letusan Gunung Marapi di Kabupaten Agam yang terjadi pada 3 Desember 2023.

Agam, Sumatra Barat – Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, meletus pada Minggu (3/12/2023) sore sekitar pukul 14.53 WIB, menyebabkan puluhan pendaki terjebak dan 11 orang tewas. Letusan ini terjadi tanpa peringatan dini, sehingga warga setempat panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri.

Video detik-detik Gunung Marapi di Kabupaten Agam erupsi atau meletus viral dimedia sosial, salah satunya adalah adanya pendaki yang membaut video dengan kondisi tubuhnya tertutupi abu vulkanik.

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang letusan Gunung Marapi di Kabupaten Agam yang terjadi pada 3 Desember 2023.

Fakta-fakta Terkait Letusan Gunung Marapi:

  1. Suara Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi:
    Suara letusan gunung terdengar hingga Kota Bukittinggi, puluhan kilometer dari Gunung Marapi. Suara dentuman keras membuat warga panik dan berlarian menjauhi daerah gunung.
  2. Hujan Abu Melanda Berbagai Daerah:
    Pasca letusan, erupsi menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar kaki gunung. Hujan abu turut melanda wilayah Agam, Tanahdatar, hingga Bukittinggi.
  3. Puluhan Pendaki Terjebak:
    Sebanyak 75 pendaki terdaftar sedang mendaki Gunung Marapi saat meletus. Letusan tersebut membuat puluhan pendaki terjebak di berbagai titik daki, sulit untuk dievakuasi.
  4. Video Viral Pendaki Wanita Terjebak:
    Sebuah video seorang pendaki wanita yang hampir seluruh tubuhnya ditutupi abu vulkanik viral di media sosial. Wanita tersebut diduga sedang mendaki saat letusan terjadi.
  5. 11 Orang Meninggal Dunia:
    Evakuasi oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Sumatera Barat setelah letusan berhasil menemukan 11 orang pendaki meninggal dunia. Proses evakuasi masih berlangsung.
  6. 12 Orang Pendaki Masih Hilang:
    Tim SAR masih mencari keberadaan 12 orang pendaki yang belum ditemukan. Kondisi medan sulit dan hujan abu membuat pencarian menjadi lebih challenging.
  7. Penjelasan PVMBG Mengenai Peringatan Dini:
    PVMBG menjelaskan bahwa peralatan deformasi (Tiltmeter) menunjukkan pola mendatar dan sedikit inflasi pada sumbu tangensial, tanpa adanya peningkatan gempa vulkanik signifikan. Letusan terjadi cepat dan dangkal.
  8. Warga Dievakuasi di Posko:
    Warga sekitar gunung dievakuasi ke posko Batu Plano untuk keselamatan. Anggota keluarga pendaki juga mendatangi posko menunggu kabar terkait pendaki yang belum ditemukan.

Pemerintah dan tim SAR terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian pendaki yang masih hilang. Gunung Marapi sempat mengalami erupsi pada Januari 2023, namun letusan kali ini diketahui lebih besar dan menimbulkan dampak yang lebih serius.***