Pemkot Malang Mempercepat Perbaikan Jalan Bandung yang Ambles

MALANG – Pemerintah Kota Malang bergerak cepat untuk memperbaiki Jalan Bandung yang mengalami ambles pada Kamis (7/12). Saat ini, progres perbaikan sudah mencapai 50 persen, melebihi target awal yang ditetapkan selama seminggu. Dengan perkembangan positif ini, perbaikan diperkirakan dapat selesai pada Senin pekan depan, asalkan tidak ada aral melintang.

Pantauan dilakukan oleh koran ini pada hari Jumat (8/12) menunjukkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang telah memperlebar lubang jalan yang ambles. Selain itu, mereka juga melakukan pengecekan terhadap kondisi saluran air di dalam lubang tersebut.

Galian yang dikerjakan memiliki kedalaman sekitar lima meter, lebar 1,5 meter, dan panjang tujuh meter. Sebanyak 20 personel terlibat dalam proses perbaikan ini. Syamsu Ismail, Staf Seksi Drainase Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, menjelaskan bahwa penyebab amblesnya jalan adalah longsor batu-batu pada dinding saluran irigasi akibat usia yang sudah mencapai 50 sentimeter.

“Bagian yang longsor sekitar 50 sentimeter karena usia,” ujar Syamsu. Para pekerja kemudian melakukan penanganan insidental dengan menggantikan bagian saluran menggunakan box culvert. Total enam box culvert dipasang sebagai langkah pertama dalam perbaikan.

Setelah pemasangan box culvert, langkah selanjutnya adalah pengurukan, pengerasan, pengecoran, dan pengaspalan ulang. Pengerjaan ini dimulai sejak Kamis lalu dan diharapkan dapat selesai lebih cepat, yakni antara Minggu (besok) atau Senin (lusa), asalkan cuaca mendukung dan tidak ada kendala dalam distribusi material.

Percepatan pengerjaan dianggap penting mengingat Jalan Bandung merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi oleh banyak pengendara. Sementara perbaikan berlangsung, lalu lintas dialihkan melalui Jalan Bogor atau Taman Makan Pahlawan Suropati, lalu ke arah Bethek.

Sebelumnya, Jalan Bandung juga pernah mengalami ambles pada Maret 2023, namun pada bagian saluran drainase di bawah jalan. Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, Syamsu menilai perlu dilakukan perbaikan total pada saluran irigasi, mulai dari SPBU sampai Kali Sukun, dengan panjang total sekitar 200 meter. “Untuk sementara ini, karena ada kejadian insidental, yang baru bisa diperbaiki baru tujuh meter,” tambahnya.***