MALANG, Zona Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung industri kreatif dan mode berkelanjutan. Program Studi Desain Mode Fakultas Vokasi UM sukses menggelar Asian Student Fashion Week (ASFW) 2025 dengan tema “Paradoxal”.
Ajang bergengsi ini berlangsung selama dua hari penuh, dari tanggal 3 hingga 4 Mei 2025, di Graha Cakrawala UM. ASFW menjadi wadah bagi mahasiswa Desain Mode untuk menampilkan kreativitas, identitas, serta inovasi mode berkelanjutan.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan tema “Paradoxal”, para desainer muda ditantang untuk memadukan elemen-elemen kontradiktif secara harmonis.
“Kami berharap mahasiswa Desain Mode UM terus menghadirkan inovasi dengan identitas kuat yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Arif.
Acara ASFW 2025 dibuka dengan pemotongan pita dan penandatanganan kerja sama antara Wakil Rektor IV UM dan Fakultas Vokasi. Langkah ini memperkuat kolaborasi lintas program studi di UM untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Selain itu, ASFW 2025 juga dimeriahkan oleh guest lecture internasional dari Malaysia, yaitu Dr. Norizan Sajar (Universiti Teknologi MARA) dan Prof. Madya Dr. Arasinah Kamis (Universiti Pendidikan Sultan Idris). Mereka berbagi wawasan tentang tren mode global yang sedang berkembang.
Tak hanya itu, ASFW 2025 juga menampilkan berbagai kompetisi menarik, seperti make-up face painting, draping competition, fashion design competition, hingga upcycling competition. Acara puncaknya adalah University Fashion Show, yang menampilkan karya terbaik mahasiswa Desain Mode UM.
Pameran dari berbagai program studi di Fakultas Vokasi juga turut meramaikan ASFW 2025. Pameran ini menunjukkan kolaborasi dan inovasi yang beragam dalam mendukung industri kreatif.
ASFW 2025 menjadi bukti nyata kontribusi UM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs). Khususnya, SDG 4 (pendidikan berkualitas) diwujudkan melalui ruang pembelajaran kolaboratif, dan SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur) melalui mode berkelanjutan.
“Melalui acara ini, UM menegaskan posisinya sebagai pionir dalam pendidikan vokasi yang inovatif dan berorientasi global,” pungkas Arif. (imm/udi)







