MALANG, Zona Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali membuktikan kemampuannya di kancah internasional. Raka Natawijaya Raharjo, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UB, berhasil meraih medali perunggu pada ajang kompetisi internasional 21st World Kempo Championship yang digelar di Caldas da Rainha, Portugal, pekan lalu.
Kompetisi yang diikuti oleh sekitar 3.000 atlet dari 74 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika ini menjadi ajang bergengsi bagi para praktisi seni bela diri kempo. Raka tampil sebagai salah satu anggota Tim National Federation Kempo Indonesia (NFKI) yang mewakili Indonesia di kejuaraan tersebut.
Meskipun belum meraih posisi puncak, Raka mengungkapkan rasa bangga atas pencapaiannya. “Rasanya senang bisa naik podium, tapi ada rasa sedih juga karena belum bisa meraih juara satu,” ujar mahasiswa Teknik Mesin 2024 ini.
Raka mengaku, perjalanannya menuju prestasi ini tidak mudah. Ia telah menekuni olahraga kempo sejak duduk di bangku kelas 7 SMP. Tantangan terbesar yang dihadapinya bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam membagi waktu antara latihan dan perkuliahan.
“Ini pertama kali saya menjalani perkuliahan dan di semester ini aktivitas kampus sudah cukup padat. Manajemen waktu antara kuliah dan latihan terasa jauh lebih menantang dibanding saat masih SMA,” ungkapnya.
Selain itu, menjaga kondisi fisik dan mental jelang kejuaraan internasional juga menjadi ujian tersendiri bagi Raka. “Banyak negara yang sebelumnya absen, kini ikut bertanding. Lawan-lawan sangat kuat, jadi saya harus menjaga fokus, stamina, dan berat badan agar tetap ideal saat hari H,” tambahnya.
Meskipun awalnya hanya iseng mencoba bela diri, Raka kini menjadikan kempo sebagai hobi yang ia tekuni dengan serius. Ia berharap prestasinya dapat menjadi bentuk kontribusi untuk membanggakan keluarga dan almamater.
“Jangan takut untuk memulai dari nol. Tidak ada kata terlambat. Setiap orang pernah bingung di awal, tapi yang penting adalah kemauan untuk belajar dan tidak takut gagal. Gagal itu bagian dari proses tumbuh. Prestasi bukan tentang siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling konsisten dan tidak menyerah,” pungkas Raka.
Meskipun belum meraih posisi tertinggi, pencapaian Raka di ajang kompetisi internasional ini merupakan bukti nyata dedikasi dan kerja kerasnya dalam mempertahankan prestasi UB di kancah global. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan potensi mereka.
Selain itu, dukungan dari pihak universitas juga menjadi faktor penting dalam mendorong mahasiswa UB untuk berprestasi di tingkat internasional. Dengan adanya prestasi ini, diharapkan UB dapat semakin dikenal di dunia internasional dan menjadi referensi bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di Kota Malang.
Prestasi Raka Natawijaya Raharjo ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UB tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di level internasional dalam cabang olahraga. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UB dan masyarakat Kota Malang pada umumnya.







