Buket Kertas Skripsi, Kreativitas Sukses Mahasiswa

MALANG, Zona Malang – Sebuah kreativitas unik muncul dari seorang alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sherly Shafa Elinanda. Ia menciptakan alternatif bouquet bunga yang terbuat dari kertas skripsi revisi, sebagai jawaban atas mahalnya harga bouquet bunga asli.

Sherly mengaku tak menyangka bahwa kreasi sederhananya itu akan mendapat respons luar biasa dari banyak orang. Setelah mengunggah hasil karyanya di TikTok, banyak netizen tertarik dan bertanya di mana mereka bisa memesan bouquet tersebut. “Taunya aku posting di TikTok rame, terus banyak yang nanya pesan di mana. Akhirnya aku buat akun Instagram khusus untuk bisnis ini,” ujar Sherly, Rabu (21/5).

Pesanan pun mulai berdatangan, tidak hanya dari Malang, tetapi juga dari Sidoarjo, Surabaya, Jember, hingga Jakarta. Sherly memasarkan produknya melalui akun Instagram @asterbloomy.bouquet.

Peluang bisnis ini semakin terbuka lebar ketika Sherly bertemu dengan Mochammad Saiful Anwar, yang tidak hanya memesan dalam jumlah besar, tetapi juga menawarkan kolaborasi pengembangan bisnis. Saiful, yang aktif di dunia pendidikan dan teknologi, melihat potensi besar dalam ide Sherly dan berencana mengajukan pendanaan ke Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Ke depan, Sherly dan Saiful berencana berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya agar lebih banyak mahasiswa terlibat dalam pengembangan inovasi ini. “Kami berharap UB bisa memfasilitasi melalui program kemahasiswaan atau melibatkan mahasiswa lain untuk mengembangkan kreativitas serupa,” kata Sherly.

Tidak berhenti di situ, Sherly berencana memperluas variasi desain bouquet dan mengadakan workshop kreatif agar lebih banyak orang terinspirasi memanfaatkan barang tak terpakai. “Ini bukan sekadar bouquet, tapi simbol perjuangan mahasiswa. Harapannya, bisnis ini terus berkembang dengan tetap kreatif dan terjangkau,” ujarnya.

Sherly mengungkapkan bahwa ide untuk membuat bouquet dari kertas skripsi revisi muncul karena mahalnya harga bouquet bunga asli. Ia berharap bahwa kreativitas ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Selain itu, Sherly juga berencana untuk berkolaborasi dengan pihak Universitas Brawijaya agar lebih banyak mahasiswa dapat terlibat dalam pengembangan inovasi ini. Ia berharap bahwa UB dapat memfasilitasi melalui program kemahasiswaan atau melibatkan mahasiswa lain untuk mengembangkan kreativitas serupa.

Sherly juga mengungkapkan bahwa bouquet dari kertas skripsi revisi ini bukan hanya sekadar bouquet, tetapi juga simbol perjuangan mahasiswa. Ia berharap bahwa bisnis ini dapat terus berkembang dengan tetap kreatif dan terjangkau bagi masyarakat.

Dalam upaya untuk mengembangkan bisnisnya, Sherly juga berencana untuk memperluas variasi desain bouquet dan mengadakan workshop kreatif agar lebih banyak orang terinspirasi untuk memanfaatkan barang-barang tak terpakai. Ia berharap bahwa kreativitas ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Keberhasilan Sherly dalam menciptakan bouquet unik dari kertas skripsi revisi ini telah menarik perhatian banyak orang, termasuk Mochammad Saiful Anwar. Saiful, yang aktif di dunia pendidikan dan teknologi, melihat potensi besar dalam ide Sherly dan berencana mengajukan pendanaan ke Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) untuk mengembangkan bisnis ini lebih lanjut.