Jadi Percontohan Kerukunan, Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru dari Pemkab dan FKUB Minahasa

Bupati Sanusi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya karena Kabupaten Malang dipilih sebagai tujuan studi tiru.

MALANG – Keberhasilan Kabupaten Malang dalam menjaga keharmonisan umat beragama mendapat perhatian dari daerah lain. Pada Selasa (29/7) kemarin, Pemerintah Kabupaten Malang menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa beserta Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Minahasa.

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., disambut secara langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung strategi dan implementasi program-program kerukunan yang telah berhasil dijalankan di Kabupaten Malang.

Bupati Sanusi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya karena Kabupaten Malang dipilih sebagai tujuan studi tiru. “Mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat menjadi ruang bagi kita untuk saling bertukar ilmu, pengalaman, dan wawasan, sekaligus menjadi jembatan untuk mempererat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Minahasa ke depannya,” ungkap Bupati.

Untuk memberikan gambaran utuh, Bupati Sanusi memaparkan data demografi keagamaan di Kabupaten Malang per tahun 2024. Dengan populasi lebih dari 2,7 juta jiwa, mayoritas penduduk memeluk agama Islam (2,64 juta jiwa), diikuti oleh Kristen Protestan (60.001 jiwa), Katolik (13.682 jiwa), Hindu (9.714 jiwa), Budha (2.119 jiwa), serta penganut kepercayaan lainnya.

Keberagaman ini, menurut Bupati, didukung oleh ketersediaan sarana ibadah yang sangat memadai. Hingga 2024, tercatat ada 2.743 Masjid, 12.407 Mushola, 376 Gereja Kristen Protestan, 65 Gereja Katolik, 63 Pura, serta 15 Vihara yang tersebar di seluruh wilayah.

“Hadirnya sarana ibadah tersebut diharapkan dapat mewadahi sekaligus menjembatani semangat persatuan dan kesatuan bagi seluruh umat beragama. Dengan sinergi dan semangat gotong royong, saya yakin Kabupaten Malang mampu menjadi contoh nyata daerah yang mandiri dan sejahtera,” tambah Bupati Sanusi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga memberikan gambaran umum mengenai potensi besar Kabupaten Malang sebagai kabupaten terluas kedua di Jawa Timur, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian.

Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi delegasi dari Kabupaten Minahasa untuk diterapkan di daerahnya, sekaligus memperkuat ikatan antardaerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.