Presiden Prabowo Temui Putin Pekan Ini, Bahas Energi dan Geopolitik Global

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini untuk membahas isu energi strategis dan geopolitik dunia. Baca selengkapnya.

Zona Malang – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke Rusia dalam pekan ini untuk bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tingkat tinggi ini akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk perkembangan geopolitik global dan sektor energi yang krusial bagi kepentingan nasional Indonesia.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi jadwal keberangkatan kepala negara tersebut saat ditemui wartawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/4). “Berangkatnya minggu ini, dalam minggu ini,” tegasnya.

Menurut Sugiono, agenda utama pertemuan bilateral antara Prabowo dan Putin akan mencakup pembahasan mendalam soal dinamika geopolitik dunia yang tengah bergejolak. Selain itu, kedua pemimpin juga akan fokus pada situasi energi global yang berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.

“Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia dan juga yang pasti membahas tentang situasi energi,” jelas Sugiono.

Isu energi, khususnya pasokan minyak, menjadi salah satu prioritas dalam pembicaraan kali ini. Pemerintah menilai sektor energi memiliki nilai strategis tinggi bagi keberlangsungan pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi Indonesia.

“Salah satu yang akan beliau bicarakan juga itu (soal minyak), karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia,” tambah Menlu.

Kunjungan ini juga tidak terlepas dari kondisi terkini di Timur Tengah yang turut memengaruhi jalur pasokan energi Indonesia. Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih tertahan dan belum bisa melintasi Selat Hormuz akibat penutupan jalur oleh Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. “Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menyampaikan optimisme bahwa situasi dapat membaik seiring adanya jeda ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu terakhir. Ia berharap momentum ini dapat membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.

“Dengan redanya jeda dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai,” harap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Pertemuan Prabowo-Putin diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan strategis yang memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dan geopolitik global yang semakin kompleks.