Rusaknya Lapangan Madyopuro Usai Acara Bantengan, SSB Porma Kecewa dan Terancam Gagal Latihan Jelang Piala Soeratin

MALANG – Kekecewaan mendalam dirasakan para pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Porma atas kondisi lapangan di Madyopuro, Kota Malang. Lapangan yang selama ini menjadi sarana utama pembinaan sepak bola usia dini itu mengalami kerusakan cukup parah usai digunakan untuk kegiatan kesenian bantengan.

Kerusakan tersebut tak hanya merusak tampilan lapangan, tetapi juga mengganggu aktivitas rutin latihan para pemain muda yang tengah dipersiapkan untuk berlaga di ajang Piala Soeratin.

“Kami, jajaran pelatih SSB Porma, sangat kecewa dan prihatin melihat kondisi lapangan Madyopuro saat ini,” ujar pelatih SSB Porma, Wahyu Kurniawan, saat dihubungi pada Selasa (2/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa lapangan tersebut sejatinya menjadi tulang punggung dalam pembinaan anak-anak usia dini di bidang sepak bola. Namun kini, harapan itu pupus untuk sementara waktu.

“Lapangan yang seharusnya menjadi fasilitas utama untuk mengasah kemampuan para pemain muda, kini tidak bisa digunakan sama sekali,” keluhnya.

Menurut Wahyu, kerusakan lapangan secara langsung menghambat program latihan tim, terlebih dalam masa persiapan menjelang keikutsertaan SSB Porma di turnamen Piala Soeratin—ajang bergengsi bagi bibit-bibit muda sepak bola Indonesia.

“Ini sangat mengganggu. Kami sedang dalam fase penting untuk menyiapkan anak-anak menghadapi kompetisi. Harusnya hari ini, Selasa, mereka menjalani latihan rutin,” ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan pelatih dan orang tua pemain. Mereka berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun penyelenggara kegiatan yang menyebabkan kerusakan tersebut.

“Kami berharap ada alternatif lapangan yang bisa segera digunakan sementara. Tapi yang lebih penting, pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan ini juga harus segera turun tangan memperbaiki,” tegas Wahyu.

Kejadian ini pun menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan kegiatan umum di fasilitas publik seperti lapangan olahraga.

Apakah tidak ada prosedur khusus untuk menjaga fasilitas setelah dipakai untuk acara besar seperti bantengan?

Masyarakat pun mulai bersuara. Harapan besar muncul agar lapangan Madyopuro dapat segera diperbaiki dan difungsikan kembali.

Bukan hanya untuk anak-anak Porma FC, tetapi juga demi masa depan sepak bola usia dini di kawasan tersebut.

Lapangan bukan sekadar tempat berlatih, tetapi merupakan simbol semangat dan masa depan generasi muda.

Diperlukan langkah cepat dan tegas dari pihak berwenang agar insiden serupa tak terulang, dan fasilitas publik tetap terjaga fungsinya.

Dengan pembenahan yang tepat, besar harapan anak-anak Porma FC dapat kembali berlatih secara optimal dan membawa harum nama Madyopuro di ajang Piala Soeratin mendatang.

Sumber: Kabarmalang.com