Menyingkap Sisi Gelap Radikalisme: Ancaman yang Tak Terduga

MALANG, Zona Malang – Radikalisme agama telah menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Secara etimologis, radikalisme agama berarti berlebih-lebihan dalam memahami konsep keagamaan sampai melewati kebenaran.

Secara terminologis, radikalisme agama berarti perilaku keagamaan yang menyalahi syariat, yang mengambil karakter keras sekali antara dua pihak yang bertikai, yang bertujuan merealisasikan target-target tertentu, atau bertujuan mengubah situasi sosial tertentu dengan cara yang menyalahi aturan agama.

Cara-cara kekerasan dan teror adalah salah satu cara yang sering digunakan oleh kelompok radikal untuk mencapai tujuannya.

Hal ini tentu saja sangat berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat.

Radikalisme agama dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Menurut Drs. H. Asep Saeful Muhtadi, M.Si., radikalisme agama dapat timbul karena adanya pemahaman yang sempit dan kaku terhadap ajaran agama.

Kelompok radikal seringkali memaksakan pandangan mereka sebagai satu-satunya kebenaran, dan menganggap pandangan lain sebagai salah dan sesat. Hal ini dapat memicu konflik dan kekerasan.

Selain itu, radikalisme agama juga dapat timbul karena adanya rasa frustasi dan kekecewaan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang dirasakan tidak adil.