Berangkat Lihat Bantengan, Remaja 17 Tahun di Pujon Dikeroyok Hingga Tewas

Malang, Zona Malang – Tragedi menimpa Danar Anendra Putra (17), seorang remaja yang ditemukan tewas mengapung di sungai dekat Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Sebelum tewas, Danar pamit untuk menonton pertunjukan bantengan, namun malang tak dapat dihindari ketika dia dikeroyok oleh gerombolan orang tak dikenal.

Kapolsek Pujon, AKP Purwanto Sigit Raharjo, menjelaskan bahwa Danar bersama temannya, Galih Wisnu (18), awalnya berangkat untuk menonton pertunjukan bantengan di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon. Mereka menggunakan sepeda motor, dengan Danar memboncengkan Galih.

“Ketika mereka mengarah ke lokasi, ada sekumpulan orang yang tiba-tiba memanggil ‘hei’, dirasa akrab, teman korban turun dan mendekat. Ternyata (Danar dan Galih) tidak kenal dan sekumpulan orang itu, tanpa alasan jelas langsung mukuli dan lempar batu,” jelas AKP Purwanto.

Galih berhasil kabur dari serangan, tetapi Danar yang masih mengendarai motor tidak berhasil melarikan diri dan menjadi sasaran pemukulan kelompok orang tersebut. Terkait dengan kejadian selanjutnya hingga kematian korban, masih dalam penyelidikan.

Galih, yang berhasil melarikan diri, saat ini sedang menjalani perawatan di rumahnya dengan luka memar di mata kanan dan bagian punggung.

AKP Purwanto menyampaikan bahwa jenazah Danar telah dievakuasi ke RS Hasta Brata. Dalam pemeriksaan awal, terdapat luka di kepala dan tangan, yang paling parah terjadi di bagian kepala akibat luka bacok.

Peristiwa ini menggemparkan warga Desa Ngroto, dan polisi telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif sebenarnya di balik serangan tragis tersebut.***