Pati, Zona Malang – Kasus pengeroyokan brutal menimpa dua santri di kawasan Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta pada Rabu (23/10/2024) malam. Kedua korban adalah Muhammad Aufal Maromi (23) asal Pati dan Shafiq Faskha (19) asal Rembang yang mengalami luka serius akibat serangan mendadak sekelompok orang tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian nahas tersebut bermula saat kedua santri hendak membeli sate di kawasan Prawirotaman sekitar pukul 21.20 WIB. Tanpa diduga, mereka tiba-tiba diserang oleh segerombolan orang yang diduga dalam pengaruh minuman keras.
Akibat pengeroyokan tersebut, Shafiq Faskha mengalami luka robek di perut bagian kiri yang membutuhkan tiga jahitan, serta luka memar di kepala, tangan, dan kaki akibat pukulan balok dan kursi. Sementara Aufal Maromi menderita luka di kepala, tangan, dan kaki karena hantaman benda keras.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Darma mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan tujuh orang pelaku berinisial V, N alias E, F, J, Y, T, dan R alias C. “Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk siapa yang melakukan penusukan dan kemungkinan adanya pelaku lain,” ujarnya.
Diketahui, Aufal Maromi merupakan santri Pondok Pesantren Fatimiyah Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta dan tercatat sebagai anggota aktif Banser. Ia juga putra dari Rois Syuriyah Ranting Nahdlatul Ulama Panggungroyom Wedarijaksa, Kiai Abdul Jalil.
Kasus ini memicu aksi solidaritas ribuan santri yang menggelar aksi damai bertajuk “Santri Memanggil” di depan Mapolda DIY pada Selasa (29/10/2024). Para demonstran menuntut pengusutan tuntas kasus tersebut dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
KH. Liwa’ Uddin, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Pati yang juga mantan guru Aufal di Ponpes Mansajul Ulum mengecam keras kejadian tersebut. “RMI Pati mengutuk keras kekerasan dengan segala motif apapun. Kami berharap polisi dengan segudang profesionalitasnya bisa mengusut tuntas dan menjadikan para pelaku insaf kembali ke jalan yang baik,” tegasnya.
Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim turut menyampaikan keprihatinannya dan mengimbau santri Pati untuk tetap tenang namun waspada dengan situasi saat ini. “Kami memohon agar penegak hukum segera menindak tegas para pelaku,” pungkasnya






