SURABAYA, Zona Malang – Sebuah rekaman video Closed Circuit Television (CCTV) yang memperlihatkan insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan anak di bawah umur mendadak viral dan memicu kemarahan warganet di media sosial.
Peristiwa nahas tersebut menimpa seorang bocah laki-laki berinisial FR, yang baru berusia delapan tahun. Insiden mengerikan ini terjadi di jalanan perumahan kawasan Tenggilis Timur, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan rekaman visual yang beredar luas, kronologi bermula ketika korban tengah asyik bermain air hujan bersama seorang rekannya. Dalam video tersebut, terlihat jelas posisi korban sedang berjongkok tepat di tengah badan jalan, sementara temannya berada di sisi pinggir jalan.
Tanpa diduga, sebuah mobil berwarna hitam melintas di jalan perumahan tersebut. Diduga karena pandangan terhalang hujan deras atau kurangnya kewaspadaan, pengemudi mobil tersebut tetap melaju dan menabrak tubuh mungil FR. Tubuh korban tidak hanya tertabrak, namun sempat terlindas dan terseret beberapa meter oleh kendaraan tersebut.
Sikap pengemudi mobil tersebut menjadi sorotan tajam. Pasca kejadian, kendaraan itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti untuk memberikan pertolongan. Pengemudi justru tancap gas meninggalkan lokasi kejadian, membiarkan korban terkapar di jalanan basah. Beruntung, teman korban yang berada di pinggir jalan selamat dari insiden tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian, Khosim, menuturkan bahwa warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung bereaksi cepat. Mereka segera mengevakuasi FR yang terluka parah dan membawanya pulang untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Pihak kepolisian setempat membenarkan adanya peristiwa tabrak lari tersebut. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tenggilis Mejoyo, AKP Prastya Yana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan mempelajari rekaman CCTV sebagai barang bukti utama.
“Kondisi saat kejadian memang hujan turun sangat deras. Dari analisa rekaman CCTV, terlihat posisi korban memang sedang bermain di tengah jalan dengan posisi jongkok, sehingga mungkin tidak terlihat oleh pengemudi,” ujar AKP Prastya Yana seperti yang di kutip Zona Malang, Sabtu (6/12/2025).
Akibat kejadian fatal ini, FR harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tim medis menyatakan korban mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian paha kanan serta luka memar di sekujur tubuh akibat benturan keras dan terseret di aspal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi identitas pengemudi mobil hitam tersebut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini menjadi peringatan keras ganda bagi masyarakat. Pertama, bagi para orang tua, pengawasan terhadap anak saat bermain—terutama di saat hujan deras—adalah mutlak. Membiarkan anak bermain di tengah jalan raya, sekecil apapun jalan perumahan itu, adalah tindakan berisiko tinggi karena visibilitas pengendara pasti menurun drastis saat hujan.
Kedua, bagi pengemudi, kejadian ini menyoroti pentingnya etika dan tanggung jawab moral. Sekalipun mungkin posisi korban berada di blind spot atau sulit terlihat, tindakan melarikan diri (tabrak lari) adalah perbuatan pidana dan tidak manusiawi. Pengemudi seharusnya berhenti dan bertanggung jawab menolong korban, bukan justru kabur yang hanya akan memperberat sanksi hukum di kemudian hari.






