Zona Malang – Artis muda berbakat Prilly Latuconsina baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang viral di media sosial mengenai perempuan independen yang lebih banyak dibandingkan laki-laki mapan. Pernyataan tersebut muncul setelah Prilly mendengarkan curhatan salah satu penggemarnya yang baru saja putus cinta, dan ternyata menimbulkan kontroversi di kalangan netizen.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube DVET_DaveIwet pada Rabu (18/12/2024), Prilly menceritakan bagaimana penggemarnya mengeluhkan hubungan yang berakhir karena dianggap terlalu mandiri dan fokus pada karier. “Aku habis diputusin sama pacar aku karena aku katanya terlalu mandiri dan aku terlalu fokus di karier,” ungkap Prilly menirukan ucapan penggemarnya.
Mendengar curhatan tersebut, Prilly merujuk pada berita yang menyebutkan bahwa angka pernikahan di Indonesia menurun karena semakin banyak perempuan yang mandiri, sementara laki-laki mapan semakin sedikit. “Eh kalian udah baca berita belum, kan kemarin ada berita di media. Katanya angka pernikahan itu berkurang karena cewek independen banyak, cowok mapannya sedikit,” ujarnya.
Namun, pernyataan ini justru memicu reaksi negatif dari sebagian netizen yang merasa bahwa Prilly menghina kaum laki-laki. Dalam klarifikasinya, Prilly menegaskan bahwa pernyataannya tersebut berdasarkan informasi dari media, dan bukan pendapat pribadinya. “Tapi itu bukan kau yang ngomong ya, itu media yang ngomong, itu ada artikelnya, silakan kalian Google aja,” jelasnya.
Sayangnya, bagian akhir dari pernyataannya yang menjelaskan konteks tersebut terpotong, sehingga menciptakan kesan yang salah. “Bagian itu kan dipotong sama orang, gone. Jadi kesannya itu statement dari aku,” imbuhnya. Prilly menekankan bahwa ia tidak mungkin berbicara tanpa dasar data yang valid. “Siapa aku bisa berbicara seperti itu, aku bukan pemerintah, aku nggak pegang data,” tambahnya.
Ketika video tersebut viral, Prilly merasa sedih karena publik hanya melihat potongan video yang tidak mencerminkan keseluruhan isi pernyataannya. “Jadi aku sedih sekali ketika itu dianggap sebagai statement aku,” tutupnya. Dengan klarifikasi ini, Prilly berharap masyarakat dapat memahami konteks dari pernyataannya dan tidak terjebak dalam kesalahpahaman.







