Malang, Zona Malang – Nama Muhammad Badru mencuat di linimasa pada Oktober 2025 setelah dirinya menjadi sasaran ledekan konten kreator Hari Otong saat laga Persebaya kontra Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu, 18 Oktober 2025. Dalam rekaman yang beredar, Hari menyinggung kondisi fisik Badru yang menyandang disabilitas pada kedua tangan. Belakangan, Hari menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya.
Di balik sorotan tersebut, Badru bukan figur asing di jagat konten. Pria dengan nama asli Muhammad Bahrudin itu diperkirakan berusia 22–23 tahun pada 2025 dan aktif sebagai kreator di media sosial. Ia kerap mengunggah aktivitasnya melalui TikTok @badrukepitingreal16 dan Instagram @badru_kepiting. Kondisi disabilitas yang membuat kedua tangannya berbentuk menyerupai capit menjadi ciri yang kerap dikenali warganet.
Sebelum kejadian di GBT, Badru beberapa kali muncul dalam pemberitaan warganet. Ia sempat hadir dalam aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025 dan muncul di sejumlah konten kreator populer, di antaranya Willie Salim, Ustadz Derry Sulaiman, dan Tretan Muslim. Kiprahnya di berbagai kanal itulah yang membuat namanya lebih mudah dikenali publik.
Kasus perundungan yang dialaminya memantik respons luas di media sosial. Meski permintaan maaf telah disampaikan, peristiwa ini kembali menempatkan isu penghormatan terhadap penyandang disabilitas di ruang publik sebagai perhatian bersama.
Bullyan atau perundungan adalah kegiatan yang buruk dan sebaiknya dihindari, sebab dapat melukai perasaan korban, jangan beralasan hanya bercanda dan harap selalu di dampingi orang dewasa.







