Jakarta, 14 Desember 2023 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tidak akan ada kelangkaan pupuk subsidi menjelang masa tanam awal tahun 2024. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Hari Anti Korupsi Sedunia 2023 di Auditorium Kementan, Jakarta.
Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah telah membuka akses lebih mudah bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Melalui revisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022, sekarang petani dapat mengakses pupuk subsidi dengan mudah hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), tanpa syarat lain.
Langkah ini diambil untuk memastikan petani dapat dengan cepat dan efisien mendapatkan pupuk yang dibutuhkan untuk kegiatan tanam.
“Kami sudah buka semua, Permentan kami ubah dan sudah bisa terima pupuk dengan KTP. Yang jelas pertama kami dilantik menteri langsung bisa terima pupuk subsidi dengan KTP,” ujar Mentan Amran.
Dalam keterangan sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa lokasi pupuk bersubsidi di setiap daerah sudah sesuai dengan usulan yang masuk dalam e-alokasi.
Petani yang berhak menebus pupuk subsidi dapat datang ke kios resmi penjual pupuk bersubsidi dengan membawa Kartu Tani atau KTP.
Sementara itu, berdasarkan catatan Pupuk Indonesia, stok pupuk subsidi yang tersedia di gudang lini III mencapai 1,2 juta ton. Stok ini terdiri dari 839,693 ribu ton pupuk urea bersubsidi dan 424,692 ton NPK.
Untuk petani yang tidak memiliki alokasi, tersedia juga stok pupuk non-subsidi sebesar 500,934 ton pupuk urea non-subsidi dan 92,398 ton NPK non-subsidi.
Mentan Amran juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk penyelewengan yang terjadi. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan menjaga integritas lembaga kejaksaan.***







