Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Brawijaya, Dr. Adi Sutrisno, mengingatkan bahwa meski hasil quick count menunjukkan tren positif bagi pasangan WALI, penting bagi semua pihak untuk tetap menunggu hasil resmi dari KPU. “Quick count memang bisa menjadi indikator, tapi bukan hasil final. Mari kita hormati proses demokrasi dengan menunggu pengumuman resmi,” tegasnya.
Ke depan, tantangan besar menanti siapapun yang terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. Mulai dari pemulihan ekonomi pasca pandemi, peningkatan kualitas layanan publik, hingga penanganan masalah klasik perkotaan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah.
Masyarakat Kota Malang kini menanti dengan harap-harap cemas hasil resmi Pilwali 2024. Terlepas dari siapa yang akan terpilih, harapan untuk Kota Malang yang lebih baik tetap menjadi prioritas utama seluruh warga.







