“Banyak yang mengalami perlakuan tidak manusiawi, bahkan ada yang menjadi korban perdagangan manusia. Ini merupakan masalah serius yang diperparah oleh kurangnya pendidikan dan pengawasan di daerah asal mereka,” jelasnya.
Mantan Kakorsabhara Baharkam Polri ini juga mengidentifikasi beberapa faktor penyebab maraknya TPPO, antara lain kesenjangan ekonomi, minimnya pengetahuan tentang risiko migrasi, serta lemahnya pengawasan di perbatasan.
“Kami di Polda Kaltara memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas TPPO. Upaya kami mencakup pengungkapan kasus serta penegakan hukum yang tegas,” tambah Hary.
Dalam enam bulan terakhir, Polda Kaltara berhasil mengungkap 33 kasus TPPO, dengan total 193 korban. “Kami telah menangkap 39 orang tersangka TPPO, sebuah langkah nyata yang menunjukkan keseriusan kami dalam memberantas jaringan perdagangan manusia.
Melalui operasi terpadu dan pemanfaatan teknologi investigasi yang modern, kami mampu menangkap kasus-kasus yang sebelumnya sulit dijangkau,” papar Hary.






